Thursday, January 28, 2016

Musik Video Indonesia January 2016


Video klip merupakan salah satu hal penting dalam dunia musik, tidak hanya sebagai pelengkap dari sebuah lagu, video klip merupakan media untuk mengkomunikasikan pesan yang terkandung dalam sebuah lagu ke dalam bentuk visual. Melaui video klip juga seorang penyanyi dapat lebih mudah mengekspesikan sebuah lagu, bahkan sering kali sebuah video klip juga menambah nilai jual dari lagu tersebut.

Sepinya acara musik di stasiun TV Indonesia yang benar - benar menampilkan musik Indonesia belakangan ini tidak menghentikan karya dari para kreator video klip. Kreativitas serta inovasi untuk menampilkan sebuah tampilan video klip musik yang menarik pun tetap dilakukan, hasilnya beberapa video klip musik Indonesia pun tidak lagi hanya menampilkan si penyanyi yang bercerita, namun lebih bermain pada simbol - simbol visual yang mengajak penontonya untuk bebas menginterpretasikannya. Berikut ini video klip musik terbaik bulan Januari 2016 (versi saya tentunya).

1. GAC ( Gamaliel Audrey Cantika) - Cinta


Director: Gamaliel Tapiheru
Director of Photography: Leone Stave & Vicky Tanzil
Editor: Gamaliel Tapiheru
MUA: Kiky Lutan

Menit awal video klip ini bercerita tentang kisah cinta pasangan muda yang bahagia, sampai suatu saat si pria pergi untuk bertugas dan ternyata tidak pernah kembali lagi, namun bayangan akan si pria tidak bisa dilupakan oleh pasanganya. Kisah cinta tragis dengan penggambaran visual hitam putih dan pengulangan adegan membuat video klip ini terasa semakin dramatis.

2. Maudy Ayunda - Jakarta Ramai


Composed by Maudy Ayunda
Music Arranger by Tohpati
Song Published By : Trinity Optima Publishing
© TRINITY OPTIMA PRODUCTION 2016

Video klip ini bercerita tentang seorang wanita yang mempunyai banyak mimpi dan harapan, wanita dengan berbagai aktivitas nya dari matahari terbit hingga petang dengan latar kota Jakarta, namun wanita ini merasa kosong dan sepi meskipun berada di kota Jakarta yang ramai. Video klip ini memiliki alur cerita yang simple dengan simbol - simbol khas kota Jakarta sebagai latarnya, bahasa visual yang apik pada video klip ini tidak hanya memanjakan mata, namun juga membuat kita mengerti makna dibalik lagu ini.

3. Monita Tahalea - Memulai Kembali

 
Director of Photography: Nicky Gunawan
Editor: Crismareza Prakoso
Vidiographer: Valentius Yuanno
 
Mengambil cerita tentang seorang wanita yang melakukan perjalanan wisata, video klip ini terlihat menyenangkan layaknya dokumentasi wisata. Namun pada bagian akhir baru dijelaskan maksud dari perjalanannya yakni untuk memulai kembali hidup nya yang lebih baik. Latar belakang pemandangan alam Indonesia yang di tata apik sangatlah memanjakan mata penontonnya.

Bayu Raditya Pratama

Sunday, January 24, 2016

Aneka Varian Rasa Pocky


Ezaki Glico ialah perusahaan makanan jepang yang didirikan oleh Riichi Ezaki pada tahun 1922. Pada awal kemunculanya perusahaan ini memproduksi permen karamel Glico, kemudian setelah tahun 1963 perusahaan yang berkantor pusat di Osaka ini memproduksi makanan ringan. Pretzel merupakan makanan ringan pertama berbentuk stick yang diperkenalkan oleh perusahaan ini, produk inilah yang menjadi cikal bakal dari produk Pocky.

Tahun 1966 untuk pertama kalinya Glico memperkenalkan Pocky Chocolate, Stick biskuit berlapis coklat dengan menyisakan sebagian untuk pegangan. Nama Pocky Chocolate berasal dari bunyi Pokkin Pokkin (bahasa jepang sewaktu biskuit patah digigit), Pocky Chocolate pada awalnya dijual secara terbatas di Perfektur Hirosima dan baru dijual di seluruh jepang pada tahun 1968. Kini Pocky telah memiliki banyak varian rasa, dan pendistribusiannya tidak hanya ada di Jepang namun telah mendunia. Di Eropa, Pocky dikenal dengan nama Mikado, sedangkan di Malaysia Pocky dikenal dengan nama Rocky. Pocky telah diproduksi lebih dari 100 varian rasa di seluruh dunia, Di Indonesia sendiri Pocky memiliki 6 varian rasa.

Pocky Chocolate


Pocky Chocolate merupakan varian pertama dari produk ini, biskuit stick gurih dengan rasa coklat yang pekat, rasa coklat pada biskuit ini tidak terlalu manis lebih cinderung ke pahit seperti dark coklat. Rasa coklat nya pun tidak menutupi rasa gurih dari biskuitnya, coklat pada biskuit ini tidak meninggalkan rasa manis yang berlebihan ditenggorokan, bagi penyuka rasa coklat yang pekat makanan ringan ini bisa jadi alternatif.

Pocky Strawberry


Pocky Strawberry merupakan salah satu varian Pocky klasik yang ada di Indonesia setelah Pocky Chocolate, aroma khas stawberry langsung terasa ketika membuka bungkusnya, rasa cream strawberry yang manis melapisi rasa gurih dari biskuit stick didalamnya. Sedikit berbeda dengan rasa dari varian coklat yang pekat, pada varian ini rasa stawberry tidaklah terasa asam, melainkan manis dan creamy. Saya lebih menyukai rasa varian ini dibanding rasa coklat, namun kemasan yang berwarna pink membuat khususnya para laki - laki terlihat aneh jika membawa Pocky Strawberry.

Pocky Matcha


Pocky Matcha merupakan varian baru dari Pocky yang beredar di Indonesia, rasa green tea yang manis melapisi biskuit stick gurih memberikan sensasi berbeda ketika memakanya, aroma green tea tetap kuat terasa memenuhi lidah meskipun kita telah menelannya. Rasa Pocky Matcha sangatlah unik, manis dan juga gurih sekaligus, untuk sebagian orang yang tidak menyukai aroma green tea yang kuat mungkin tidak akan suka dengan Pocky Matcha ini.

Pocky Double Choco


Bila pada varian lainya Pocky biskuit stick nya terasa gurih, inovasi baru pun dilakukan Glico pada Pocky variant ini. Biskuit stick coklat berlapis coklat yang pekat menghasilkan rasa yang benar - benar coklat, dari situlah Glico menamakan varian ini Double Choco. Rasa varian ini lebih manis dibandingkan dengan Pocky Choholate klasik. Pada awalnya variant ini merupakan salah satu varian klasik yang dikembangkan oleh Glico, namun di Indonesia varian ini baru masuk dipasaran setelah Pocky Strawberry.

Pocky Choco Banana


Aroma pisang sangat terasa ketika membuka kemasan Pocky ini, biskuit stick coklat dengan lapisan cream pisang dibagian luarnya. Rasa cream pisang tidaklah semanis tampilanya, namun hal tersebutlah yang membuat Pocky Choco Banana ini terasa ringan dan tidak enek. After taste dari biskuit ini meninggalkan aroma pisang yang kuat di lidah, jika tidak terlalu suka pisang sebaiknya jangan memilih Pocky varian ini.  

Pocky Vanilla & Cocoa Flavour


Pocky inilah yang terasa paling manis dari seluruh varian yang ada di pasar Indonesia, biskuit stick coklat dengan lapisan cream vanilla diluarnya memberikan sensasi yang unik, memakan Pocky ini seperti meminum susu putih dan coklat secara bersamaan. Dengan rasa yang lebih manis, pastinya anak - anak akan lebih menyukai pocky varian ini. Meskipun pocky ini dinamakan Vanilla & Cocoa Flavor, namun rasa vanilla lah yang paling dominan dalam Pocky ini.

Dari 6 varian rasa Pocky yang ada di pasar indonesia, Pocky Chocolate dan Pocky Stawberry lah yang menjadi favorit saya. Selain karena rasa nya yang simple dan ringan, ke-2 varian Pocky inilah yang paling mudah ditemukan. Kreativitas dan inovasilah yang membuat Glico dapat dengan sukses membuat produk Pocky ini dapat dikenal luas hingga mendunia, tak berhenti hanya sampai kualitas dan rasa, namun bagaimana cara Glico mem-branding produk ini pun patut dijadikan contoh. 

Bayu Raditya Pratama
  

Saturday, January 23, 2016

Gaun Self-Potrait Menjadi Favorit Selebriti

(photo from http://www.self-portrait-studio.com/)

Red Carpet telah menjadi bagian penting dari acara yang menampilkan public figure, baik dalam acara sebesar Academy Award hingga acara - acara selebriti lainya. Selain sebagai sarana untuk pembuktian eksistensi, belakangan ini acara red carpet berkembang menjadi sarana promosi bagi para desainer untuk menampilkan busananya. Para selebriti pun berlomba untuk menampilkan yang terbaik dalam mempresentasikan tampilannya, busana - busana terbaru dari berbagai brand ternama pun menjadi target untuk menunjang penampilan mereka.

Pleated crochet floral dress dari Self-Potrait menjadi salah satu gaun favorit selebriti pada bulan januari ini. Gaun maxi dress berdetail lace yang ditumpuk dengan bahan berwarna nude, serta detail pleated pada bagian bawah ini setidaknya telah mencuri perhatian aktris Maggie Lawson dan Karen David. Ke-2 selebriti ini menjatuhkan pilihan pada gaun yang sama untuk penampilan red carpet mereka.

 (photo from http://www.becauseiamfabulous.com)

Maggie Lawson terlihat classy dan elegant dalam People's Choice Award 2016 yang diadakan di Microsoft Theater pada 6 Januari 2016 lalu. Gaun koleksi resort 2016 dari Self-Potrait ini dipadukan dengan sepatu open toe berwarna hitam, serta clutch berwarna cream. Make-up Maggie pun terlihat simple dengan lipstick berwarna nude. Maggie pun mendapatkan banyak pujian dengan masuk nya ia dalam katagori best dress dari berbagai majalah lifestyle ternama.

(photo from http://www.zimbio.com/) 

Seperti ingin mengulang kesuksesan Maggie dengan gaun ini, Karen David pun terlihat mengenakan gaun ini dalam ELLE's 6th Annual Women In Television Dinner yang diadakan di Sunset Tower Hotel pada 20 Januari 2016. Gaun ini dibawakan lebih modern oleh Karen dengan perpaduan sepatu pointy gladiator, serta make up yang lebih bold, kesan modern dan elegant amat terasa dari penapilan Karen malam itu.

Ke-2 selebritis tersebut dapat mempresentasikan gaun ini sesuai dengan kepribadianya masing - masing. Gaun ini tetap terlihat elegant meskipun digunakan dengan cara yang berbeda, namun pastinya kita jadi membandingkan, sebenarnya siapakah yang lebih baik dalam mempresentasikan gaun ini?. 

Bayu Raditya Pratama    

Thursday, January 7, 2016

Greenhost Boutique Hotel; Hotel Berkonsep Green Design


Mengangkat isu green building, Hotel yang terletak di Jalan Prawirotaman II No. 269 Yogyakarta ini menjadi salah satu hotel yang paling sering nongol di media sosial akhir - akhir ini. Greenhost Boutique Hotel merupakan hotel unik dengan mengedepankan konsep urban serta green design pada bagunannya.

Kesan industrial langsung terasa saat memasuki area hotel, dinding yang dibiarkan unfinished, penggunaan material kayu dengan warna natural, serta plafon yang terekspos memberikan ambience yang berbeda dari hotel pada umumnya. Meskipun hotel ini menggunakan tema industrial yang kaku, namun tanaman sayuran hydroponic yang menghiasi hampir seluruh bangunan amatlah menyejukan mata. Hal lainya yang jarang ditemui ialah konsep bangunan yang menggunakan banyak bukaan, membuat sinar matahari langsung dapat masuk ke area hotel, bukaan tersebut juga meminimalisasi penggunaan AC.


Saat memasuki kamar pun kita tidak akan menemukan kemewahan ala hotel bintang 5. Lantai & dinding di area kamar menggunakan semen ekspos dengan penggunaan furnitur built-in yang sesuai dengan fungsinya. Kesan minimalis industrial amat kental terasa di area kamar, sampai chanel TV nya pun buat saya amat minimalis, meskipun minimalis namun kamar hotel ini lumayan nyaman dihuni.

Selain kamar umumnya hotel juga menyediakan restoran untuk makan ataupun sekedar nongkrong, konsep lestoran dibuat semi gallery dengan kursi kayu dan meja yang artistik. Untuk sarapan pagi, menu yang ditawarkan pun cukup beragam, baik makanan Indonesia maupun Internasional. Namun menurut saya rasa makanan di hotel ini kurang memuaskan, ditambah penggunaan meja yang artistik tersebut malah menyulitkan karena permukaan meja yang tidak rata.


Area rooftop lah yang paling menarik buat saya, di area ini kita dapat melihat berbagai jenis sayuran yang ditanam secara hydroponic, mulai dari daun selada hingga daun mint. Selain penggunaan sayuran hydroponic sebagai elemen estetis tentunya banyak hal lain yang membuat hotel ini disebut sebagai green building, seperti penggunaan solar system sebagai energi alternatif, penggunaan material yang ramah lingkungan, hingga penggunaan bahan yang non toxic secara keseluruhan.


Bayu Raditya Pratama   

Monday, January 4, 2016

Warung Bakmi Jowo Mbah Gito; Berkuliner Di Bekas Kandang Sapi

 
Yogyakarta menawarkan kuliner unik yang tak ada habisnya, bakmi jawa merupakan kuliner yang biasa dijumpai, namun sensasi berbeda akan terasa sesampainya di tempat ini. Bertempat di JL. Nyi Ageng Nis Paleman, Kotagede Yogyakarta, warung mie bakmi jowo Mbah Gito merupakan salah satu daftar tempat kuliner yang wajib dikunjungi.

Meskipun warung bakmi jowo Mbah Gito terletak di pelosok desa, dan berjajaran dengan pemukiman warga, namun pengunjung tak pernah sepi terlebih jika musim libur datang. Saat memasuki warung ini kita akan merasa seperti masuk kedalam sebuah rumah pohon, mayoritas bangunan ini menggunakan batang - batang pohon dengan bentuk yang alami. Dekorasi nya pun menggunakan ornamen - ornamen jawa yang membuat warung bakmi ini terasa unik, ditambah para pramusaji yang mengenakan pakaian khas jawa lengkap dengan blangkon, semakin memberikan rasa otentik pada warung ini.

 
Menu yang ditawarkan warung bakmi jowo Mbah Gito tidak lah beragam, namun justru membuat rasa otentik nya terjaga. Bakmi Godog (bakmi Rebus) merupakan menu favorit pengunjung, selain itu terdapat juga Nasi Goreng, Capcay, sampai Magelangan. Menu minuman nya pun terbilang sederhana, namun jangan sampai melewatkan beberapa minuman otentik khas jawa yang patut dicoba, mulai dari teh poci dengan cangkir tanah liat hingga minuman ringan khas saparella.

Warung bakmi jowo Mbah Gito sangatlah unik, selain tata ruang dan makanan yang otentik, hal unik lainya ialah warung bakmi ini dibangun menggunakan perabotan bekas kandang sapi. Tetapi tenang saja, tempat dan makanan di warung bakmi Mbah Gito ini dijamin bersih dan higienis. Tempat unik dengan makanan otentik merupakan perpaduan yang pas mengapa tempat ini menjadi salah satu destinasi kuliner favorit para wisatawan.


Bayu Raditya Pratama


 

Sunday, December 13, 2015

Museum Ullen Sentalu; Berkenalan Dengan Budaya Jawa

 
Museum ullen sentalu merupakan salah satu museum seni dan budaya jawa yang berada di Pakem, Kaliurang, Yogyakarta. Museum ullen sentalu menawarkan wisata sejarah dan budaya mengenai 4 keraton di Solo dan Yogyakarta. Ullen Sentalu merupakan singkatan dari istilah filosifi jawa "ulating blenjong sejatine tataraning lumaku" yang mempunyai arti sebagai cahaya yang selalu menerangi perjalanan hidup.

Bangunan museum ini terbilang unik karena menyatu dengan alam sekitarnya, Saat memasuki area museum kita akan ditemani oleh seorang pemandu. Ruangan pertama yang kita masuki ialah ruangan gamelan, di dalam ruangan ini kita akan menemukan seperangkat gamelan yang biasa digunakan dalam acara - acara keraton Yogyakarta, selain itu kita juga dapat melihat berbagai lukisan penari yang menarikan tarian - tarian sakral keraton. Selanjutnya kita diajak memasuki sebuah lorong bawah tanah yang disebut Goa Sela Giri, bangunan yang berada di bawah tanah ini dibuat dengan menggunakan bebatuan merapi. Di dalam ruang ini kita akan disuguhkan berbagai lukisan mengenai kisah - kisah dari 4 keraton Solo dan Yogyakarta pada masa Kerajaan Mataram.


Kampung Kambang merupakan area selanjutnya, uniknya area ini dibangun diatas kolam air dengan konsep yang menyerupai labirin. Dalam area ini kita akan melihat 5 ruang pamer yang berbeda, yakni ruang syair untuk Tineke, ruang Ratu Mas, ruang batik Vorstendlanden, ruang batik pesisiran, dan ruang putri dambaan. Sesuai dengan namanya, ruangan tersebut berisi tentang peninggalan, lukisan, serta hal - hal yang berhubungan dengan sejarah dan budaya jawa. Sebelum keruangan lainya kita akan disuguhkan minuman yang disebut jamu Ratu Mas, jamu ini merupakan resep dari bahan alami yang dipercaya dapat membuat awet muda. 

Ruangan selanjutnya disebut koridor Retja Landa, merupakan koridor museum yang berisi patung arca dewa dewi hindu - budha yang dulunya merupakan bagian dari ritual kepercayaan. Setelah itu kita diajak ke dalam suatu ruang pamer berupa patung dan lukisan yang disebut Sasana Sekar Bawana, dalam ruangan ini kita dijelaskan tentang perbedaan antara keraton Solo dan Yogyakarta ketika melangsungkan pernikahan.

Museum ini dikelola swasta yang berkerja sama dengan keraton Yogyakarta, hal ini membuat kebersihan dan keasrian dari museum ini terjaga. Para pengunjung pun masuk secara berkelompok dengan pemandu yang akan menjelaskan setiap detail dari museum, jangan ragu untuk bertanya karena pemandu akan dengan senang hati menjawabnya. Setiap pengunjung museum pun tidak diperbolehkan berfoto ataupun menyentuh benda - benda museum, hal ini amat dijaga agar benda museum tidak rusak dan terjaga keaslianya.


 Bayu Raditya Pratama
 

     

Friday, December 4, 2015

Landscape Anomaly; Bicara Melalui Simbol


Bertempat di Galery Salihara, seniman Eko Nugroho kembali mengadakan pameran tunggalnya di Indonesia setelah vakum selama 4 tahun, pameran yang mengambil tema landscape anomaly ini diakui Eko menghabiskan waktu persiapan sejak setahun yang lalu. Landscape anomaly merupakan cuplikan dari berbagai fenomena masyarakat yang dapat dilihat dari kacamata individu maupun global.


Pameran yang berlangsung dari 22 November - 21 Desember 2015 ini memamerkan 21 karya terbaru Eko Nugroho. Karya nya banyak dipengaruhi dari situasi lingkungan dan sosial politik di sekitarnya, ia kerap kali menuangkan komentarnya melalui simbol - simbol yang berupa lukisan, patung, mural, sampai instalasi seni. Karya Eko Nugroho dapat juga dilihat sebagai plesetan dari situasi sosial politik yang diterjemahkan ke dalam karya seni kontemporer.

Meskipun karya Eko terlihat absurd dan fantasi, namun bila diperhatikan keseluruhan karyanya merujuk pada masalah yang serius dan kerap kali bernuansa politis. Karya Eko Nugroho menggunakan banyak simbol - simbol yang kita ketahui bersama, namun berbeda dari biasanya. Hal inilah yang ia sebut sebagai anomaly dari karya - karya nya.


Karya - Karya Eko Nugroho ini merupakan karya kontemporer yang tidak mudah dimengerti dalam sekali pandang, sekilas karya Eko hanyalah seni instalasi biasa, namun semakin lama dipandang kita akan mengerti bahwa karya tersebut mewakili suatu masalah tertentu. karya - karya Eko Nugroho tidak hanya komunikatif, namun juga mengajak kita merenungi masalah yang terkandung di dalamnya.

Bayu Raditya Pratama